Langsung ke konten utama

ROKOK HARUS MAHAL GUNA MELINDUNGI GENERASI INDONESIA DARI BAHAYA ROKOK


Hari ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional dan rasanya tidak afdol apabila saya tidak menyemarakkan #RokokHarusMahal demi menyelamatkan generasi Indonesia dari bahaya rokok. Perilaku merokok pada anak bukanlah rahasia umum bagi kita. Di zaman sekarang ini bahkan anak secara terang-terangan merokok di depan orang tua. Seakan tidak ada yang perlu ditakutkan lagi, menenteng rokok pada sela-sela jari telunjuk dan jari tengah menjadi suatu kebanggaan bagi anak-anak zaman now. Padahal jelas sekali sepuntung rokok membawa kehidupan anak-anak ke dalam candu dan tinggal menunggu waktu saja penyakit akan menyerang.

Hari ini sangat cerah dan awan terlihat sangat mempesona saat mengitari cakrawala. Cuaca hari ini sangat mendukung bagi saya untuk melakukan penyuluhan mengenai PHBS pada anak TK dan SD Islam Al Azhar Jambi. Ada sekitar 45 anak TK dan SD yang menjadi peserta penyuluhan. Saya bersama seorang teman mendapat tawaran untuk melakukan penyuluhan di sekolah tersebut merasa bahagia karena ini merupakan salah satu cara untuk mengedukasi anak-anak untuk mengupayakan pola hidup sehat serta menjauhi rokok.

Anak-anak terlihat sangat kooperatif dan antusias selama saya menjelaskan materi. Bisa dibilang ini merupakan salah satu pengalaman yang berharga. “Adik-adik ada yang tau tentang rokok?” suara saya mengudara di tengah gedung megah di depan dan belakang tempat saya berdiri. “Tidak, kak” Jawab mereka serentak. Sembari menunjukkan sebungkus rokok, “Jadi ini adalah rokok, ya adik-adik. Kalau mau sehat harus menjauhi ini karena rokok adalah racun yang bisa membunuh orang yang menghisap rokok. Nah, sekarang kakak mau tanya, adakah ayah adik-adik pernah membawa ini di rumah?” ujar saya seraya mengeluarkan sebatang rokok. Anak-anak tampak diam dan terdapat 15 orang anak yang mengacungkan tangan. “Nah, karena ada, itu berarti kakak harus menjelaskan bahwa rokok mengandung 4000 bahan kimia atau racun yang akan masuk dan menghancurkan organ tubuh. Rokok bisa merusak jantung, paru-paru yang ada di dalam tubuh kita. Nah, kalau sudah rusak lama kelamaan bisa menyebabkan kematian. Saran kakak, adik-adik yang ayahnya merokok bisa adik-adik coba bilang pelan-pelan supaya berhenti merokok. Adik-adik setuju?”. “Setuju, kak” balas mereka secara serentak. Bisa saya simpulkan mereka merupakan anak-anak yang pandai.

Percakapan di atas hanya sepenggal dari cerita saya saat penyuluhan. Selain melakukan penyuluhan, saya juga ngobrol ringan dengan guru-guru di sana. Dan ya, semua guru laki-laki tidak pernah merokok di depan anak-anak bahkan ada juga yang tidak merokok. Ini bisa jadi panutan bagi tenaga pendidik di institusi pendidikan lain untuk “tidak merokok” di depan anak-anak. Karena percuma saja kita berbuih menjelaskan supaya tidak merokok di kelas, namun perilaku kita malah menunjukkan sebaliknya.

Bukan hanya saat ini, jauh sebelumnya bahkan pada saat saya menempuh pendidikan di sekolah dasar belasan tahun lalu, saya mendapati banyak guru yang merokok di depan anak muridnya bahkan guru olahraga yang notabene mengajarkan budaya hidup sehat dengan olahragapun merokok saat jam istirahat. Hal yang sepatutnya tidak dilakukan oleh seorang pendidik sudah saatnya diubah. Karena secara tidak langsung, sang guru mengajarkan bahwa merokok itu hal yang wajar dan boleh dilakukan. Apalagi harga rokok sangat terjangkau hingga saat ini masih bisa dijangkau oleh anak sekolah dasar. Sehingga timbulah slogan “kalau tidak merokok tidak keren”, “kalau tidak merokok tidak laki” bahkan ada yang pasrah dan mengatakan “semua orang sudah pasti mati, jadi tidak apa-apa merokok”. Gaes, saya tegaskan sekali lagi slogan-slogan tersebut jelas salah dan tidak boleh ditiru. Justru kita akan terlihat keren kalau kita berprestasi, laki-laki akan terlihat laki kalau bisa membuktiin prestasinya jauh dibanding lawan jenisnya, iya kan? Apa kalian sependapat? Dan lagi, memang benar semua orang akan meninggalkan dunia fana ini, tapi apa tidak sebaiknya kita jalani dengan tidak merusak ciptaan Tuhan dengan merokok? Ini memang berat, tapi akan lebih berat lagi apabila kita tidak menjaga tubuh kita agar tidak dirusak oleh rokok.

Kita, anak-anak muda yang berpeluang menjadi bonus demografi sehingga tercipta menjadi generasi emas di tahun 2045. Merokok hanya menjadi penghambat negara kita menjadi maju lebih dari saat ini. Sangat miris apabila nantinya kehidupan Indonesia menjadi seperti dibawah ini :


Sumber : Miskin Karena Rokok
Sumber : Pengangguran karena generasi Indonesia perokok dan tidak produktif.

Kenapa bisa? Salah satunya yaitu karena kaum muda, generasi bangsa Indonesia lebih memilih menghisap rokok daripada mengembangkan diri dalam hal positif. Gaes, yang perlu kita ketahui bahwa kebiasaan rokok merupakan pintu masuk penyalahgunaan narkoba. Harga rokok murah menjadi peluang bagi anak-anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dewasa, orang tua hingga lansia lebih mudah untuk mengakses rokok.

Disamping melakukan penyuluhan, saya juga mewawancarai anak komplek perumahan yang merokok. Rata-rata dari mereka merokok karena pengaruh teman-temannya. Ditambah lagi iklan rokok yang menggiurkan mereka untuk mencoba rokok. Iklan rokok zaman now ada yang menyuguhkan pemandangan yang bagus sehingga sangat persuasif untuk anak-anak, karena rasa ingin tahu yang tinggi sehingga membuat anak-anak mencoba rokok. Ini merupakan polemik yang cukup menyita waktu kita untuk terus semangat menyebarkan awareness akan buruknya rokok bagi generasi Indonesia. 


Dokumentasi Pribadi. B*** kelas 3 SMP.
Dokumentasi Pribadi. N**** kelas 2 SMA dan H***** kelas 3 SMP.

Chat saya dan teman saya.


Gaes, jujur anak zaman now di atas benar-benar memprihatinkan. Bisa diliat dari gambar di atas bukan? Tanpa unsur keterpaksaan gambar di atas saya jepret dan saya tampilkan disini. Sangat disayangkan apabila semakin hari semakin banyak anak-anak yang dengan bangganya menunjukkan bahwa mereka perokok. Dan jujur sayapun baru tahu kalau rokokpun merambah hingga ke pesantren. Ini benar-benar miris dan sangat memprihatinkan. Kenapa bisa begitu? Karena harga rokok murah dan belum ada tindakan tegas dari pemerintah untuk mengurangi prevalensi perokok di Indonesia. 

Bukan hanya itu saja, bahkan saat ini anak-anak dari keluarga tidak mampu terancam terkena stunting (masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang) karena uang belanja keluarga yang dialokasikan ke rokok sang ayah. Dilansir dari kbr.id, uang yang diperoleh dari hasil kerja memulung lebih rutin digunakan untuk rokok daripada memenuhi gizi anaknya yang berusia 3 tahun. Ini fakta yang sangat memperihatinkan. Apa fakta ini belum cukup untuk meyakinkan pemerintah agar segera menaikkan harga rokok?



Well, gaes.. Jangan lupa ikutin serial #RokokHarusMahal di Ruang Publik KBR pada 25 Juli 2018 agar kita semakin memahami dan semangat menggaungkan #RokokHarusMahal. Berawal dari hal-hal kecil supaya lama kelamaan menjadi real.


Sumber : Kbr.id


Penyuluhan sebagai proses mencakup kegiatan edukasi, penyebarluasan informasi, supervisi, serta monitoring dan evaluasi. Sedangkan tujuan penyuluhan juga tidak sekedar menyampaikan informasi, melainkan sampai dengan terjadinya perubahan perilaku penerimanya (Mardikanto, 2005). Sebagai tenaga kesehatan maupun seorang pendidik, penyuluhan merupakan cara ampuh untuk merubah perilaku. Di institusi pendidikan, guru bisa mencegah perilaku merokok pada anak dengan penyuluhan bahaya rokok. Agar pemikiran anak-anak terbuka dan menjauhi rokok. Guru juga bisa membantu konseling pada anak-anak yang merokok agar segera melepas jerat nikotin pada anak-anak. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah generasi Indonesia semakin marak mengkonsumsi rokok, walaupun tentunya itu tidak akan cukup tanpa adanya dukungan dari kebijakan pemerintah.












  1. Seperti yang disampaikan oleh Lisda Sundari, Ketua Yayasan Lentera Anak Indonesia di #RuangPublikKBR live dari Surabaya pada 18 Juli 2018, “Kami melihat salah satu yang membuat prevalansi rokok anak meningkat karena keterjangkauan rokok meningkat, ketersediaan rokoknya, harganya yang murah dan kemudahan dalam membeli. Jadi tidak ada halangan untuk membeli rokok.” Maka perlu ada kebijakan dari pemerintah mengenai regulasi rokok. Perlu adanya pengendalian rokok dengan menerbitkan kebijakan mengenai pengendalian rokok yang mengatur promosi, periklanan, serta sponsorship produk rokok.
  2. Dr. Sophiati, M.Kes menyatakan dari hasil survey, keluarga sehat di bawah 50 persen yang memenuhi 12 indikator karena masih banyak yang merokok dalam suatu keluarga. Kemudian diperkuat dengan pernyataan Lisda Sundari, “Menaikkan harga rokok bukan sekedar agar anak-anak tak bisa menjangkau rokok, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin (pertama beras dan kedua rokok, urutan yang dikonsumsi keluarga miskin). Seperti yang disampaikan Dr. Santi Martini, dr. M.Kes : Dari hasil survey, untuk menghentikan orang merokok, harga rokok berada pada angka 70 ribu. Sehingga Menaikkan harga rokok merupakan solusi yang tepat.
  3. Dr. Santi Martini, dr. M.Kes menegaskan rokok harusnya tak boleh dijual sembarangan. Maka perlu kebijakan dari pemerintah untuk mengatur peredaran rokok. Agar tidak semua kalangan dapat menjangkau rokok.
  4. Ada ketentuan dalam UU tentang kawasan tanpa rokok, yaitu tempat ibadah, tempat pendidikan dimana masih ada para pendidik yang merokok dilihat oleh para murid, begitu ujar Dr. Sophiati, M.Kes. Maka perlu perluasan kawasan tanpa rokok di seluruh Indonesia serta kesadaran dari para pendidik untuk tidak merokok di depan para murid.




Dari sederet kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah, sangat diharapkan pemerintah segera mendengarkan aspirasi rakyatnya. Namun, bagaimana bisa? Kalau hanya beropini dibelakang pemerintah dan berdumel ria tentang harga rokok harus mahal, mana mungkin pemerintah bisa mendengarkan aspirasi kita? Disini, tak bosan-bosannya saya mengajak anda untuk menandatangani petisi online #RokokHarusMahal sebagai hak kita bersuara dalam menyampaikan aspirasi kita sehingga bisa terdengar oleh pihak pemerintahan. Mari kita tandatangani petisi online disini. Jadi, tunggu apalagi gaes? Segera tandatangani petisinya dan sebarluaskan supaya suara kita sampai kepada pemerintah :)




Komentar

  1. Memng benar anak zaman sekarang ini sudah susah diatur merokok di depan publik. Jadi, memang harus naik la rokok di Indonesia biar anak2 mulai mikir2 untuk merokok dan para orang tua harus membimbing anaknya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI

Setiap manusia tentunya membutuhkan pendidikan. Baik dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi. Saat ini, banyak sekali generasi milenial yang bingung bahkan ragu dalam memilih universitas yang ingin dituju. Apalagi pada Tahun 2017, Ristek Dikti mengeluarkan pernyataan bahwa jumlah unit perguruan tinggi yang terdaftar mencapai 4.504 unit.
Ketika berbicara mengenai universitas, tentunya dengan cekatan pemikiran kita menjurus pada universitas terbaik di daerah pulau Jawa seperti UI, ITB, UGM, dan masih banyak lagi. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa di pulau Kalimantan terdapat universitas yang tak kalah unggul dan favoritnya dengan daerah pulau Jawa yaitu UNTAN (UNIVERSITAS TANJUNGPURA). Universitas yang dipimpin oleh Prof. DR. Thamrin Usman, D.E.A ini terletak di Jl. Profesor H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.



1.UNTAN (Universitas Tanjungpura) merupakan universitas negeri di kota P…

PEREMPUAN HARUS MENDUKUNG HARGA ROKOK MAHAL

Perempuan dan rokok merupakan dua hal yang bertolak belakang. Sejak zaman emansipasi wanita, para perempuan khususnya di Indonesia dengan mudah menyuarakan opini mereka dan dapat berkontribusi langsung bagi Negara. Berbicara mengenai rokok, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa rokok membawa banyak sekali dampak bagi Negara Indonesia. Terutama bagi perempuan dan orang-orang yang berada disekitar perokok aktif. Lalu banyak pertanyaan yang muncul, mengapa siperokok tetap merokok walaupun sudah tahu dampak yang ditimbulkan? Sehubungan dengan topik kali ini, yaitu akan membahas dampak yang ditimbulkan dari merokok, kemudian dampak bila harga rokok dinaikkan dan apa solusi dari kenaikan harga rokok tersebut serta bagaimana cara agar pecandu rokok dapat merubah kebiasaanya dan menjauhi rokok, pertanyaan tadipun akan segera terjawab. Mari kita bahas satu persatu. Sebelum saya menguraikan pembahasan mengenai topik kali ini, saya akan mengajak para pembaca untuk menanamkan pernyataan berikut did…

LINDUNGI GENERASI MUDA DARI ROKOK #HARGAROKOK50RIBU

Ketika membahas mengenai rokok, satu hal yang saya pikirkan yaitu krusial. Di era disrupsi ini, dimana teknologi sudah menjalar ke seluruh celah kehidupan manusia, memudahkan kita dalam melakukan survei online, karena saya sangat mendukung harga rokok naik dan berharap gerakan perempuan ini dapat segera terealisasikan oleh Pemerintah Indonesia, saya melakukan survei online terhadap harga rokok. Akan saya paparkan setelah saya menceritakan pengalaman dinas di beberapa rumah sakit di Jambi.



Saya pernah mewawancarai beberapa pasien yang mengalami PPOK hingga TBC miller, yang pada umumnya merupakan pecandu rokok dan telah mengkonsumsi rokok sejak masa remaja. Banyak anak-anak, remaja dan yang sudah beranjak dewasa masih tidak percaya rokok sangat berbahaya bagi tubuh dan masa depan mereka karena belum merasakan dampaknya saat ini. Dosen saya pernah berkata “Orang Indonesia tidak akan percaya dampak yang ditimbulkan oleh rokok sebelum mereka merasakannya sendiri atau bertemu secara langsun…

HARGA ROKOK MAHAL UPAYA MENYEHATKAN JKN DAN KELOMPOK MISKIN

Sampai saat ini, merokok masih menjadi masalah yang sulit diselesaikan. Meskipun bahaya rokok sudah banyak diinformasikan, namun jumlah perokok di Indonesia ndak menurun, bahkan meningkat setiap tahun. Bahkan ada opini mengatakan, bagai pisau bermata dua, rokok menyumbang pajak cukai yang cukup besar namun juga menyumbang angka penyakit mematikan karenanya.


Bagaimana Rokok di Indonesia?
Di negara tercinta kita, Indonesia, rokok sangat terjangkau dan mudah dibeli tanpa memandang usia dan keadaan. Peraturan Badan POM No. 41 Tahun 2013 dengan jelas menjelaskan rokok dilarang dijual kepada ibu hamil dan anak kecil. Hal ini dapat terjadi karena pengawasan dan sanksi yang belum tegas dan juga harga rokok di Indonesia sangatlah murah sekitar Rp. 15.000-20.000 dan dijual eceran sekitar Rp. 1000,- perbatang.
Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Kardioserebrovaskular Indonesia, Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP (K) meyakini bahwa jika harga rokok dinaikkan akan berdampak baik bagi kesehatan masyarakat …

Blog Competition "Sembuhkan Indonesia Dengan Gaya Hidup Sehat"